Fukkatsu no Yume (part.2)

Setelah perjalanan pesawat memakan waktu 20 jam, akhirnya mereka bertiga tiba di New York. Begitu sampai, mereka rasanya kaku seperti mau remuk semua, gara-gara kebanyakan duduk & tidur dalam pesawat. Taksi yang mereka naiki langsung meluncur dari airport menuju hotel di daerah Upper West Side di New York. Selama perjalanan itu Ai melihat keluar jendela, & selalu melihat pemandangan yang sama terus menerus, yaitu gedung, gedung, & gedung (“ini kota isinya gedung semua yak?!””) pikir Ai yang setengah kagum tapi juga kecewa.

Begitu sampai di depan hotel, mereka turun & dapat melihat tulisan di bagian atas pintu berhias awning “Waldorf Astoria”. (Whoaat..?!? gw tau tempat ini! kyk di TV! di serial.. mm.. uhh..”), pikir Ai dalam hati dengan wajah yang masih terheran-heran.

“Ayo Ai-chan.. Masuk..”, ajak sang mama yang sudah di depan pintu hotel yang sedang dibukakan oleh penjaga pintunya yang ramah.

“Aku tau tempat ini ma.. dari TV!”, kata Ai sambil berjalan masuk bersama sang mama.

“O ya? Kayaknya memang hotel mewah..”, kata mama setelah masuk & melihat kemewahan lobi hotel itu.

“Kok papa bisa ajak kita nginap di sini? kan pasti mahal banget..”), kata Ai heran sambil melirik ke arah papanya yang sedang berbincang dengan resepsionis.

“Mr. Andrews yang mengakomodasi kita selama di sini”, jawab mama yang sedang terpana melihat rangkaian bunga besar di meja bulat tengah lobi.

“Wew… Memangnya Mr. Andrews itu teman papa dimana? & besok itu acaranya..”, belum selesai Ai bertanya, mama sudah memotong.

“Sudah.. Kamu langsung tanya ke papamu sana..”, kata mama gak sabar. Ai menurut & menghampiri papanya yang masih di resepsionis.

“Pa!”, panggil Ai tiba-tiba sudah di samping papa.

“Oit! Knapa Ai-chan?”, sahut papa.

“Mr. Andrews teman papa di mana?”, tanya Ai.

“Beliau teman papa dulu waktu di Panasonic, sempat sama-sama berjuang melawan atasan sakit jiwa, hahaha.. tapi akhirnya kami sama-sama menyerah. Setelah kami berdua keluar, Mr. Andrews langsung meroket karirnya. & besok malam itu, ia akan mendapat penghargaan sebagai salah satu pengusaha paling inovatif & tersukses di amerika, versi…mm..aduh apa ya namanya, papa lupa.. Ya pokoknya bergengsilah..”, jawab papa panjang lebar kepada Ai.

“Hoo.. Sou ka.. Hebat juga teman papa! sampe undang papa segala kesini.. sekeluarga lagi! di hotel ini lagi! pasti dulu sahabat deket banget ya?”, tanya Ai lagi.

“Un! Sou de gozaru yo! Sangat dekat! dia itu orang hebat, bahkan sudah sukses pun, dia tak pernah lupa sama papa….”, kata papa terlihat terenyuh, hanyut dalam kekaguman untuk sang sahabat.

“Tuan Aoki Shirokawa, kamar Anda sudah kami persiapkan, ada di lantai 18. Mohon maaf sudah membuat Anda menunggu, pelayan kami akan mengantarkan Anda sekeluarga. Enjoy your stay..”, kata resepsionis tersenyum ramah yang menyadarkan papa & Ai.

“Ah.. yes! Thank you..”, kata papa kepada resepsionis, lalu melangkah menuju lift, diikuti oleh mama & Ai, serta seorang bellboy yang mendorong troli koper di belakang. Baru saja melangkah melewati meja bulat besar, tiba-tiba Ai melihat seorang wanita berumur 30 tahunan yang ia kenal baru saja masuk ke dalam lobi. Wanita cantik itu memakai coat panjang coklat yang dulu Ai pernah pinjam.

“Oneechan..!!”, teriak Ai membuat semua orang kaget di lobi, termasuk wanita yang ia panggil, Kumiko, kakak perempuan Ai.

“Weeh..?? Masih pada di sini smua..?”, Kumiko yang kaget langsung menyambut Ai yang berlari ke arahnya untuk memeluknya.

“Iyaah.. kita juga baru aja sampe..”, kata Ai setelah melepaskan pelukan dengan kakaknya.

“Gimana flightnya? Kamu sehat?”, tanya papa setelah mencium kening Kumiko.

“Iya sehat kok Pa.. Tapi flightnya, Blah.. Lama amat yak..”, kata Kumiko sambil menjulurkan lidah mengekspresikan lelahnya.

“Sama sayang.. Kita juga remuk semua rasanya..”, kata mama yang kemudian mencium kedua pipi Kumiko.

“Ya sudahlah.. Segera ke kamar aja, kamar kita sebelahan. Langsung istirahat, jadi besok malam pada cantik semua, ok?”, kata papa mengajak mereka menuju lift. Mereka tiba di depan kamar, papa & mama di kamar 1827, Ai & Kumiko di sebelahnya. Setelah saling mengucapkan “Oyasumii..” mereka pun masuk ke dalam kamar. (Oyasumii = Ucapan selamat tidur / istirahat).

“Ouwaaahh.. Samphee jhoughaa..”, kata Ai sambil menguap lalu melepaskan jaket kulit coklat gelap ke atas tempat tidur, kemudian melangkah ke jendela.

“Iya.. Geblek banget pegelnya gw.. Hwah!!”, kata Kumiko menghempaskan dirinya ke atas king-size bed. Ai dapat melihat gedung-gedung sebelah yang berjejer rapat sejauh mata memandang. (“Seperti waktu di Imperial Hotel di Tokyo, dapat kamar ngadep gedung-gedung juga”), batin Ai dalam hati. Bayangannya di kaca jendela memperlihatkan kuncir kudanya sudah mulai berantakan, maka ia pun melepaskan kuncirannya.

“Shinobu & Genji bagaimana? Sehat kan? Gapapa kan oneechan tinggal sebentar?”, tanya Ai yang lalu menyalakan TV. Terlihat ada berita di TV sedang memberitakan tentang stasiun ulang-alik milik Nasa baru saja hancur oleh penyebab yang masih diselidiki.

“Shinobu sehat kok.. Apalagi Genji.. Udah lari-larian terus dia sekarang”, jawab Kumiko yang sekarang terduduk di kasur.

“Waaah.. Genji udah bisa lari-lari? si mini-sumo itu?? wuaah.. pengen liaaaat..”, kata Ai histeris sendiri di samping Kumiko.

“Ya ke Tokyo laah.. Main-main.. Biar gw juga ada temen ngobrolnya, hehehe..”, sahut Kumiko mengacak-acak rambut ikal Ai.

“Iyaaa.. Maauuuuu…”, jawab Ai bersemangat tak peduli rambutnya berantakan.

“Kembaran lu ajak juga juga gih..”, kata kumiko tiba-tiba, Aipun tersentak.

“Eh?! Kem..baran..?”, Ai mulai merasakan wajahnya sendiri memerah, lalu menggulung asal rambutnya.

“Iya.. Kembaran lu itu.. Siapa? Choki? Satsuki?”, tanya Kumiko.

“Choushi…”, jawab Ai pelan.

“Nah ituu.. hehe.. Cieeh.. muka lu langsung merah gitu, imoutochan..?”, ledekan Kumiko makin membuat Ai salah tingkah.

“Hah..? Merah apaan..? Kaosku putih kok.. Apanya yang merah..?”, Ai mencoba menghindar, tapi senyum seribu gigi Kumiko ditambah alisnya yang naik turun menggoda, makin memojokkan Ai.

“Umm.. Euhhh…… Ah mandi aja aaahh..”, Ai kabur masuk ke kamar mandi. Kumiko langsung tertawa puas.

“Hahahaha.. langsung kabur.. Handuknya tuuh.. Ketinggalan..”, teriak Kumiko ke arah kamar mandi. Ai keluar lagi dari kamar mandi lalu buru-buru mengambil handuknya sendiri dari dalam koper. Karena gugup, Ai malah menyenggol tasnya sendiri jatuh, dompet & HP miliknya melompat keluar di lantai karpet.

“Hadoohh.. Oneechan siiy..”, kata Ai kikuk.

“Lho kok gw..? yang gugup kan elu.. Cieee… Choushi no Ai niihh…”, kata Kumiko yang melihat stiker di bagian belakang HP Ai. Ai pun makin panik (“Kyaaa..”), buru-buru menyambar HPnya, & meletakkan kembali tasnya ke atas meja, lalu masuk kembali ke kamar mandi. Di depan wastafel ia menyalakan HPnya, layarnya menyala, kemudian Ai memasukkan 6 digit angka sebagai pembuka phone-lock. Lalu Ai menunggu terdengarnya nada sinyal yang tersambung / tersedia. Ai menunggu.. menunggu.. & menunggu.. (“Aduh.. kenapa lama sekali..”) lalu Ai menunggu lagi. Masih terlihat tulisan Searching for Network di layar HPnya. (“Apa karena lagi di dalam gedung? Ah yang benar saja..”) batin Ai mulai kesal sambil melepaskan kaos putihnya & melemparnya ke samping wastafel.

“Masa gak ada sinyal..!?!”, teriak Ai kesal. Kumiko yang sedang menonton TV mendengarnya.

“Dou shita no?”, tanya Kumiko ke arah kamar mandi. Dengan cueknya Ai keluar kamar mandi tanpa kaos yang ia pakai tadi.

“Gak dapet-dapet sinyal! Sebel!”, kata Ai kesal sambil menunjukkan HPnya ke depan kakaknya.

“Weh.. Ai-chan, pake jaketmu.. Kalo ada orang liat dari jendela gimana?”, kata Kumiko menyerahkan jaket coklat yang Ai lemparkan ke atas kasur tadi.

“oh? iya! Kalo oneechan sinyalnya full?”, kata Ai tak sabar sambil mengenakan jaketnya asal-asalan.

“Iya gak masalah tuh.. Mungkin provider kamu yang payah?”, jawab Kumiko.

“Aaarrghh.. Sebaaall.. Masa gak bisa sama skali?”, kata Ai memarahi HP yang ada di tangannya.

“Ya sudahlah.. Pakai aja punya gw.. Okoshinakute mo ii yo..”, kata Kumiko heran melihat kekesalan Ai.

“Heuh.. gak apa-apa nih oneechan..? Gomen ne..”, kata Ai lesu.

“Daijoubu da yo.. kayak sama siapa aja lu pake gak enakan segala..”, kata Kumiko sambil menawarkan HP DoCoMo ungu metalik miliknya.

“Arigatou na, oneechan..”, kata Ai menerima HP kakaknya, tapi baru ia membuka flipnya,ia merubah pikirannya.

“Eh.. tapi mandi dulu aja deh..”, kata Ai seraya mengembalikan HP kakaknya & melepaskan lagi jaketnya.

“Aku pinjamnya nanti saja.. Yang penting udah tau ada alat komunikasi yang bisa aku pake, eh.. pinjam..”, kata Ai sambil nyengir & meletakkan jaketnya di atas koper.

“Ya udah terserah kamu..”, jawab Kumiko sambil melirik Ai yang berjalan masuk ke kamar mandi.

“By the way, Ai-chan. Kamu sekarang banyak olahraga ya?”, kata Kumiko lagi ke arah kamar mandi.

“Ah.. Kenapa?! Olahraga? Iya.. kenapa emangnya?!”, teriak Ai dari dalam kamar mandi.

“Good.. terusin ya!! Coba kamu dari dulu sudah begitu!”, balas teriak Kumiko. Ai hanya tertawa kecil lalu masuk ke dalam shower bathtub.

—————

Ting-nong. “Room service..”, terdengar suara dari depan pintu kamar 1828. Ai yang memakai jubah handuk sedang mengusap-usap kepalanya yang basah dengan handuk.

“Oh yaa.. Chotto matte..”, Ai mendongak lalu membukakan pintu. Suara air terdengar dari dalam kamar mandi, Kumiko sedang mandi.

“Taruh saja di meja sana..”, kata Ai menunjuk ke meja dekat jendela. Pelayan hotel meletakkan 2 nampan hidangan & jus di atas meja itu, lalu pamit keluar. Ai pun duduk di kursi samping meja & menyambar HP kakaknya di atas kasur. Jam menunjukkan pukul 16.08 waktu New York (“berarti jam 4 pagi di Jakarta”), batin Ai dalam hati. (“Pasti masih tidur.. Hihi”), batin Ai tersenyum sendiri, lalu mulai mengetikkan mail.

# Choushiiii-kuuun..!! ^O^ Huehehe.. Pasti lu masih tidur kan? Gw udh smpe New York. Udh di hotel,br mw makan late-lunch, hehe. Lu gapapa kan di sana? Ini nomor neechan gw,lu blsna kesini aja,coz HP gw payah >_< Missing you already.. T__T Oiyah, smpe lupa, Ohayoou..!! \(^o^)/ # lalu Ai mengambil HPnya sendiri & mencari di daftar contact, setelah selesai menyalin  nomor & mengirim mail itu, ia melemparkan HP kakaknya kembali ke atas kasur.

Ai memutar posisi duduknya & bersila menghadap jendela dengan menggenggam HPnya sendiri.

“Coba lu juga ada di sini..”, bisik AI ke shiroi usagi di tangannya, lalu ia tempelkan ke keningnya.

“Kangen……”, katanya lembut sambil memejamkan matanya.

“Kamu kenapa??”, Tanya Kumiko tiba-tiba sudah keluar kamar mandi.

“Ah?! Oh.. Betsu ni.. Gapapah..”, kata Ai buru-buru menaruh HPnya di pangkuannya, & membuka tutup piring makanan di meja.

“Ayo makan! Itadakimaaasu..!!”, seru Ai mengambil sendok & garpu.

————————-

Esoknya jam 08.05 Ai membuka matanya. Ia dapat melihat punggung kakaknya yang masih terlelap di sampingnya. Lalu secara reflek, ia meraba-raba samping bantalnya mencari HPnya, & menekan salah satu tombolnya untuk melihat apakah ada sms masuk, tapi kemudian Ai sadar bahwa HPnya tak dapat sinyal. Raut wajah Ai langsung merosot tenggelam lagi ke dalam bantalnya. (“Hmmhh… kira-kira dia udah baca mail dariku belum ya..”), batin Ai dalam hati. Lalu ia mendekatkan shiroi usagi ke wajahnya & bergumam pelan (“Ohayou..”) sambil tersenyum. Perlahan Ai bangkit dari tempat tidur & melihat ke luar jendela (“Waw.. taksi semua tuh? Banyak aja.. kalo di rumah banyaknya angkot..”), Ai berkomentar dalam hati. (“Hmm.. ngapain ya..”), Ai berjalan ke arah cermin & melihat ada katalog dari hotel itu di atas meja cerminnya. Ia pun melihat-lihat isinya. (“Ah yes..ada gym & kolam renang..”), pikirnya saat melihat salah satu halamannya. Lalu ia segera mengganti piyama putihnya dengan celana pendek & kaos singlet ketat abu-abu, menguncir rambutnya, memakai sepatu olahraganya, & mengalungkan mp3 player bentuk kepala mickey mouse, tak lupa ia mengantongi HPnya di saku samping celana pendeknya.

“Oneechan.. Okite yo.. Aku mau ke gym, mau ikut ga?”, tanya Ai sambil mencolek-colek lengan kakaknya yang masih terlelap.

“mmghh..? eh? Apaan sehh..?”, kata Kumiko sambil menggeliat.

“Gym.. ikut ga?”, ulang Ai mendekatkan kepalanya.

“Ng.. nduluan gihh.. gw entar..”, jawab Kumiko lalu memeluk bantalnya semakin erat. Melihat itu, Aipun melangkah menuju pintu.

“Eh iya.. Ai-chan.. tadi malem ada mail tuh dari Saiyuki..”, kata Kumiko sambil mengangkat kepalanya sedikit, lalu jatuh lagi.

“Saiyuki..? siapa..? oh! Choushi..!?!!”,  Ai langsung berbalik & berdiri di samping kakaknya. Kumiko lalu menunjuk-nunjuk ke meja sebelah Kumiko, tempat HPnya berada. Ai mengambil & mencari mail yang dimaksud. Ketemu. Jantung Ai berdebar saat menekan Select.

# Yokattaa.. Horree..Berarti udh sampe dgn selamat yah.. ^o^ Btw mail dari lu baru smpe siang ini, Hahaha.. telat bgt yah.Pdhl td pagi dari jam 3 gw gak bisa tidur lagi sampe terang.. >_< tapi gapapah,yg penting skrg lu udh smpe & gapapah… ^_^ Gimana di sana?Bagus kotanya?Udh kmana ajah? Ati2 ya say slama di sana.. >__< Have Fun yaaah..!! o-(^_^)-o # Ai tersenyum lebar membaca mail itu.

“Nciyee.. Ada yang sampe ga bisa tidur lagi dari jam 3 gitu deh..”, ledek Kumiko tiba-tiba, mengintip Ai yang tersenyum sendiri dari balik bantalnya.

“Hah..?? Huwaaa… Oneechan baca yaa..?? Waaa…Curaaang.. Knapa gak langsung kasih ke akuu..?!?”, Ai panik dengan rasa malu.

“Kamu tadi malem udah teler.. Gw panggil-panggil, kamunya udah tewas di kasur, jadi ya udah.. salah sendiri..”, jawab Kumiko santai membalikkan kepalanya ke sisi lain bantal.

“uuwhh.. hadoohh..”, Ai kebingungan sendiri menggaruk leher belakangnya.

“Hahaha.. santai aja kale.. Tenang.. Gw ini yang baca, lagian.. He seems very sweet.. He’s worrying about you, & walau gw ga pernah tau orangnya yang mana, but I think he’s sweet..”, kata Kumiko. Tak sadar Ai tersenyum & menjawab pelan, “He is..”.

“Huh? What? Coba ulangi lagi, Ai-chan! Ga jelas tadi.. Apa?”, ledek Kumiko bersemangat mendongakkan kepalanya.

“Eh?! Euhhh.. iie.. Nan de mo nai..”, Ai yang malu buru-buru menutup HP kakaknya & menaruhnya kembali ke meja.

“Udah ah.. ke gym dulu yaaa..”, Ai langsung berlari keluar kamar & menutup pintunya. Kumiko yang melihat itu hanya geli lalu kembali tidur. Di luar kamar Ai bisa merasakan wajahnya merah padam karena malu. (“D’oh.. Gw jadi lupa bales dah..”), kata Ai dalam hati. (“Tapi masa gw balik lagi? Maluuu.. habis dari gym aja deh balesnya..”), katanya lagi dalam hati lalu mulai melangkah menuju lift. Ia menekan tombol turun, tak lama lift terbuka, isinya hanya sang petugas lift yang ramah. Saat masuk lift Ai masih tersenyum-senyum sendiri mengingat isi mail terakhir dari Choushii tadi. (“He’s worrying about me..”), batin Ai makin tak bias menahan senyumannya sendiri. (“Hihi.. just like I always do too..”), Ai berbicara dengan dirinya sendiri dalam hati. Si petugas lift yang berumur kira-kira 40 tahun berwajah ramah ikut tersenyum melihat tingkah Ai. Menyadari si petugas lift memperhatikan,Ai segera mengubah sikap.

“Erhm..!! euhh.. Where’s the gym?”, tanya Ai ke petugas lift.

“It’s on 7th floor, my lady..”, jawab petugas sopan. (“Whoa? Lady..?”) Ai geli mendengarnya, tapi karena si petugas terlihat tulus mengucapkannya, maka Ai hanya menjawab “ Thank you.. May I have 7th floor please?”.

“Of course..”, jawab sang petugas lift yang memakai pin nama di dada bertuliskan Richard Kendall lalu menekan tombol 7.

“Thanks a lot, Richard!”, kata Ai riang setelah lift sampai & ia melangkah keluar. Senang namanya disebut, Richard tersenyum membungkuk.

“Always a pleasure, my lady..”, jawab Richard tersenyum. (“Jarang ada yang peduli dengan namaku”), batin sang petugas saat pintu lift menutup.

“Wow.. Nice gym..”, gumam Ai begitu masuk ke gym hotel itu. Tanpa pikir panjang ia berjalan menuju salah satu treadmill yang kosong, & memulai berjalan di atasnya sambil menyumpalkan earphone mp3 player ke telinganya.

30 menit berlalu, sekarang Ai sedang berlari kencang di atas treadmill, keringat terlihat jelas membasahi kaos singlet abu-abunya. Tak menyadari perempuan di sebelah kirinya yang sedang berlari pelan memperhatikan Ai terus sejak tadi. (“Kuat sekali berlari gadis itu..”), batin perempuan berambut pirang yang kira-kira seumuran dengan Kumiko iu dalam hati, lalu ia mengalihkan perhatiannya ke layer TV besar di depannya.

Siaran TV memunculkan breaking news, terlihat kehebohan sang reporter yang ingin menyampaikan berita di depan kerumunan orang-orang berunjuk rasa di depan gedung putih.

“Tampaknya berita kontroversi tentang rusaknya stasiun ulang-alik Pioneer III karena dihantam hujan meteor kemarin, membuat banyak orang menjadi was-was. Hal ini karena tersebarnya desas-desus tentang adanya meteor besar yang menuju bumi & akan menabrak daratan amerika bagian tengah utara. Sepertinya masyarakat yakin peristiwa hancurnya stasiun ulang-alik Pioneer III karena datangnya hujan meteor pra-meteor raksasa. Karena belum adanya bukti & penjelasan jelas tentang peristiwa Pioneer III & desas-desus kehancuran muka bumi, tampaknya masyarakat tak sabar untuk menuntut adanya kejelasan dari pihak pemerintah.”, kata reporter wanita di layar televisi.

Ai yang dari tadi mendengarkan mp3 player, tak melihat uraian berita di TV, tapi lalu ia melihat dari cermin sepanjang dinding bahwa hampir semua orang dalam gym itu melihat kea rah TV, iapun ikut menengok ke arah TV & melepaskan earphonenya.

“Kita harapkan pihak pemerintah segera memberi penjelasan agar keresahan masyarakat dapat terjawab, apapun itu, bagaimanapun itu, masyarakat berhak untuk tahu. Melaporkan langsung dari depan gedung putih, saya Susan Miller.”, kata reporter wanita menutup laporannya. Ai sempat membaca tulisan di bagian bawahnya sebelum berita itu selesai, “The Beginning of the End of Days?”. Ai mengernyitkan dahi, (“Apa maksudnya End of days? Kiamat gitu?”), pikir Ai tak mengerti sambil terus berlari & melihat bayangannya sendiri dalam cermin.

“Scary, huh..?”, kata wanita sebelah kiri Ai tiba-tiba, Ai kaget.

“uh..? Sorry..??”, sahut Ai sambil menurunkan kecepatan treadmill.

“Berita itu.. Scary… Entah benar atau tidak tentang  meteor itu. Sepertinya benar-benar akan datang bencana besar. Firasatku bilang demikian..”, kata wanita itu. Ai semakin tak mengerti ada apa sebenarnya. Baru saja ia ingin bicara, wanita itu sudah bicara lagi.

“Yah.. berdoa saja tidak akan terjadi apa-apa.. Mungkin smua itu cuma berita sensasi jadi panik berlebihan. Oh darn! Aku baru ingat, ada janji 10 menit lagi, gotta go..”, kata wanita itu lalu mematikan treadmillnya & ngeluyur pergi.

Ai yang dari tadi membuka-menutup mulut ingin bicara, sekarang hanya melongo melihat wanita itu pergi. (“What the..?! a meteor? end of days? Ada apaan sih..??”), piker Ai sendiri mengernyitkan dahi, lalu menurunkan lagi kecepatan treadmillnya jadi berjalan cepat. (“Memang sih gw jarang nonton TV,tapi ini? Knapa tiba-tiba ada berita begitu..? Beneran mau ada meteor jatuh gitu..?! seperti di mimpi-mimpiku saja..”), batin Ai berbicara sendiri dengan pandangan kosong. Plok!

“Ada di sini toh!!”, kata Kumiko tiba-tiba menepuk bahu Ai dari belakang, Aipun tersentak kaget & hampir jatuh dari jalannya.

“Who.. gomen gomen.. gw ga maksud ngagetin kamu, Ai-chan”, kata Kumiko yang berdiri di samping treadmill.

“Doh bikin kaget aja.. ada apa? Lho.. neechan gak ikutan?”, tanya Ai sambil melirik pakaian kakaknya yang jauh dari kata “olahraga”.

“iie.. shitakunai.. gw pengen santai-santai aja di sini. Eh iya,kamu cepet selesai gih, trus sarapan di buffet bawah, mama & papa udah di sana”, kata Kumiko.

“Buffetnya sampe jam brapa?”.

“Sampai jam 10.”, jawab Kumiko.

“Ah.. masih sejam lagi”, jawab Ai setelah melirik ke jam dinding di sebelah kiri belakang Kumiko.

“Tanggung ah.. yang itu belum.. 15 menit lagi deh”, kata Ai lagi sambil menengokkan kepalanya ke arah stepping-trek.

“Keburu habis lho buffetnya.. belum lagi kamu mandinya..”

“Ngga lama kok.. lagian gak bisa makan banyak juga. Oneechan duluan aja.. Bilang mama papa aku nyusul, okeh?”, kata Ai memberhentikan treadmillnya lalu turun.

“Baiklah.. mata ne..”, jawab Kumiko lalu pergi. Ai melangkah ke rak dumble & mengambil 2 dumble ½ kg lalu mulai menginjak-injakkan stepping-trek sambil melatih lengannya dengan kedua dumble tadi.

———————

Jam 09.35, Ai sedang menyendokkan sepotong besar omelette isi daging asap & keju ke dalam piringnya, & mengambil salad sayur & mayonnaise, lalu berbelok mengambil segelas jus jeruk di meja buffet yang lebih kecil.

“Kenapa baru muncul,Ai-chan? Makanannya lengkap banget, macem-macem lagi..”, sapa sang papa kepada Ai yang baru duduk bergabung.

“Iya tuh..papa kamu dari tadi gak berhenti ambil makanan terus”, kata sang mama sewot ke arah papa.

“Lho.. ya gak apa-apa kan? Disediain untuk dimakan, ya dimakan lah.. kan sayang..”, jawab papa membela diri.

“Iya memang, tapi kan malu..”, kata mama jengkel.

“Mou ii yo.. sekali-sekali gak apa-apa.. Jarang-jarang papa ngerasain sarapan buffet mewah begini, gapapa lah ma..”, kata Kumiko. Ai hanya geli melihat mamanya jengkel pada papa yang memang doyan banget makan. Sesendok omelet meluncur di tenggorokannya.

“Nanti malam acaranya mulai jam 19.00. kita ke sana naik mobil yang akan disediakan Mr. Andrews. Nama tempatnya Jefferson Schmidt’s Park”, kata papa.

“Oh.. jadi nanti di taman? Garden party dong?”, tanya Ai sambil menyendokkan omelet lagi ke dalam mulutnya.

“Iya.. pesta taman,kata Mr. Andrews tempatnya bagus di tengah kota, dari situ dapat melihat ke gedung-gedung paling besar & megah yang ada di New York, apalagi nanti malam-malam”, kata papa menerangkan.

“Jadi nanti kalian usahakan paling telat jam 18.00 sudah siap ya? Oya, kata Mr. Andrews di seberang hotel ini ada salon, kalian boleh kesana, nanti akan dicover oleh beliau juga,”, kata papanya lagi.

“Woaah.. Hontou desu ka?”, tanya Kumiko sumringah.

“Iya, kata beliau, istrinya langganan di situ, jadi nanti kamu berdua akan ditangani oleh stylistnya Mrs. Andrews”, jawab papa.

“Ha? Aku juga..?”, tanya Ai membelalakkan matanya.

“Iya.. kamu berdua,& mama juga. Kalian harus lebih cantik dari biasanya malam ini. Papa ingin tunjukkan anak-anak papa yang cantik-cantik ke Mr. Andrews!”, kata papa bersemangat.

“Haha.. papa ini.. kita berdua kan emang cantiiik..!!”, kata Kumiko lalu merangkul bahu Ai yang tersedak kaget.

“Uhuk! Ngh.. Adoh..apaan seh oneechan..”, kata Ai lalu meminum jus jeruknya. Yang lain hanya tertawa.

“Oya, habis ini kita jalan-jalan liat Central Park yuk?”, ajak Kumiko.

“Boleh.. tapi jangan kelamaan jalan-jalannya..”, jawab papa.

“naah.. klo itu, aku mauu.. jalan-jalan di taman…….”, kata Ai yang kemudian termenung mengingat saat ia berjalan-jalan di taman berdua dengan..

“Cieee.. inget siapa tuuh..?”, ucapan Kumiko membuyarkan lamunan Ai.

“Oh..? engga kok.. euhh.. suka aja jalan-jalan di taman..”, jawab Ai bingung menahan senyum.

“Suka jalan-jalan di taman sama siapa emangnya..?”, goda Kumiko.

“Eh..? umm… euhh…. Sama siapa ya..”, jawab Ai makin gugup menggaruk leher belakangnya dengan muka yang memerah. Sang mama & papa ikut tersenyum melihat Ai.

“Sama orang yang kirim mail ini kan?”, kata Kumiko sambil tiba-tiba menyodorkan HP ungunya yang terbuka ke muka Ai. Ai langsung melihat ada mail baru dari Choushii di layarnya, ia pun menyambar HP kakaknya itu.

“Waa.. ada lagi?!”, kata Ai bersemangat.

“Iya tuh.. baruuu aja masuk.. panjang umur banget lagi diledek-ledekin, tau-tau HP gw getar,eehh.. yang diomongin kirim mail..”, kata Kumiko tersenyum jahil. Ai hanya tersenyum sendiri ke arah HP sang kakak di tangannya. Jantungnya berdegup kencang saat menekan tombol Select.

# Konbanwa~ Eh, Konnichiwa~ ^o^ Ai-chan.. lagi apa? Gw kangeeenn.. >___< Lu gapapa kan disana?Gw td sm skali gabisa jwb quiz,masa quiznya disuruh bikin abstraksi tesis,bikin aja belom pernah.. mana bisa mikir.. >_< ingetnya lu mulu.. ;”p Kabarin gw yah.. I’m worried T_T ~<3  #  Ai terenyuh membaca mail itu. (“Huhu.. Choushi-kun.. gomen ne,gw blum bales..”), batin Ai dalam hati menyesali diri sendiri.

“Lho? Knapa mukanya malah sedih gitu?”, tanya papa yang melihat raut wajah Ai yang merosot sedih.

“hmm..? ngga kok pa, gak sedih.. gara-gara aku yang belum sempet bales tadi..”, jawab Ai lesu lalu menekan tombol Reply & mulai mengetikkan balasan.

# Choushi-kun.. Gomennasaaai.. Baru smpet bales >__< atashi wa daijoubu da yo! ^o^ dakara, shinpai shinaide.. ;D Lu skrg lg apa? Baru pulang kul yah? Udh mkn mlm blum? Gw disini malah lg sarapan skrg,hehe.. kotanya isinya taksi kuning sama gedung-gedung doank, hbs ini mgkn mw liat2 central park.Hikz..jd inget lu.. Cb lu jg ikut T_T huaa.. 😥 Gw jg kangeeenn..bangeeett.. sama lu.. >____< ga sabar besok, pulaaaaaang.. XD #  lalu Ai menekan tombol Send.

“Bilang saja, tenang… Ai-chan gak macem-macem kok disini, hehehe..”, kata sang papa meledek Ai.

“Hehe.. papa apaan sih..”, jawab Ai tersenyum kecil.

Setelah Ai & Kumiko menyelesaikan sarapan, lalu mereka berempat keluar hotel berjalan kaki melihat blok pertokoan dekat situ. Setelah puas hanya cuci mata sebentar karena butik-butik yang ada adalah butik merk-merk terkenal & eksklusif (harganya selalu membuat Ai & Kumiko menganga lebar & sang mama terus mengucapkan “dame..takai”), akhirnya papa memanggil taksi & mereka meluncur ke central park. Di sana mereka berjalan-jalan melihat taman yang ternyata sangat luas. Di dalamnya terdapat danau besar yang indah, rumput hijau yang terlihat sangat nyaman untuk diduduki, pohon-pohon besar yang teduh, rumpun-rumpun bunga yang diatur apik sepanjang jalan-jalan setapak, jembatan besar yang indah menyebrangi danau besar di tengahnya, angsa-angsa danau yang bisa dikendarai dengan cara dikayuh.

Walau selama di taman menyenangkan,Ai tetap tidak bisa sepenuhnya bersenang-senang, karena pikirannya selalu tertuju pada orang yang paling berarti untuknya, tetapi tidak ada di sampingnya saat itu. Ai sedih, (“andai Choushi ada di sini.. jalan-jalan bareng.. just like we used to..”), batin Ai dalam hati.

“Oy.. Ai-chan! Ada balesan lagi nih!”, teriak Kumiko dari kursi taman ke arah Ai yang sedang berdiri di pinggir danau termenung.

“Ai-chan!! Oey..!!”, teriak Kumiko semakin keras. Ai tersentak kaget mendengarnya.

“A..!! Haai’..!!”, kata Ai buru-buru berbalik mendatangi Kumiko. Papa & mama juga duduk di samping Kumiko.

“Nih.. Saiyuki bales lagi..”, kata Kumiko menyodorkan HPnya ke Ai.

“Choushi.. bukan saiyuki”, kata Ai cemberut menerima HP kakaknya.

“Hehe.. ya itulah pokoknya”, kata Kumiko santai. Ai lalu membuka HP kakaknya sambil berjalan ke tepi danau.

# Gw udh mkn kok,skrg msh ngerjain coding,deadline besok T_T pdhl udh ngantuk bener dah >_< Lu kpn pulangnya? :”p # Ai melirik jam tangannya, pukul 12.38 siang waktu New York. (“Berarti hampir jam 1 malam di Jakarta sekarang”), pikir Ai lalu mengetikkan mail balasan.

# Wew.. msh coding? >_< ngantuk kan?gak bobo aja?gw pulangnya bsk pagi jam 09.40 waktu New York,brarti kira2 jam 7 pagi lusa baru landing diJkt. Knp?ada yg nungguin gw yaah?hihi.. jd enak X”D #

# Gak jd ngantuk tuh,hihihi.. Xp Mmm.. sapa yaah..? :”p gak tau tuuh.. ada yg nanyain lu mulu, Ai kpn pulangnya? Kpn bisa ktemu lagi? Kyknya orgnya kangen bgt tuh sm lu X”) mikirin luu..mulu.. X”p hihihi.. # Ai tersenyum geli membacanya.

“Hihihi.. Choushi-kun.. pake gak ngaku.. gw kan tau..”, gumam Ai di tepi danau.

# Wkwkwk.. pk gak ngaku lu! XD hihihi.. iya deh.. kl gt,salamin aja yah bwt orgnya,blg ke dy kl gw jg kangen.. :”> gak sabar pgn balik >__< & blg jg ke dy,kl gw skrg lg pk mini-skirt kotak2 abu2 ;p #

# Uwaahh.. Mau liaaaat~ >__< # Ai langsung tertawa membacanya.

# Waakakakak.. XD Nah,ketahuan yaa siapa org itu sebnrnya.. Nyuahahaha.. >;D #

# Eh..? *glek!*  mmm… uhhhh… gimana yah.. aduh.. >___< Lu lg apa skrg say? Lg jln2 yah? #

# Hahaha.. Mlh ngalihin pmbicaraan, wkwkwk.. XD Gw lg di Central Park,tamannya luas bgt.. Ada danaunya ^o^ tp gakda lu,jd gak seru.. >__< ada angsa putih guedee di danaunya.. hohoho #

# Hikz.. gw jg pengeen.. pk pintu kmana aja,trs lgsg muncul di samping lu.. :”> Ho? Angsa gede..? emgnya segede apaan? Segede kalkun? Wkwkwk.. #

# Segede bajaj..!! ada joknya 2,bisa dikayuh bwt keliling danau, wekekek.. lu kira angsa bnran yah? Wakakak..XD #

# Ooh.. wakakak.. Waaw.. Mauuuuuu~ T____T huhuhu.. Lu udh coba angsanya itu? #

# Udah td sm kk gw.Qta sama2 boring gt td,wkwkwk.. sama2 kangen sama pasangan masing2. Hihi..Egh..?! *kok gw ngomongnya gitu yak*  >_< euhhh.. waqs.. kyaaaaaa~ =>_<= #

# Hihihi.. waahh.. senangnyaa.. ^o^ *GR gw kumat stadium 3* X”p #

———————–

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Personality

Click to view my Personality Profile page

How Geek am I..??

Created by OnePlusYou

my True friends’s test..

March 2010
M T W T F S S
« Oct   May »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
%d bloggers like this: