Fukkatsu no Yume (part.1)

Cerita ini dibuat dari mimpi.. mimpi buruk.. yg sering bgt ay dapetin seumur hidup.. tapi baru kali ini, yang bener-bener sediih.. walau temanya sama sejak mimpi2 spt ini waktu masih kecil.. but this is really.. >__< ya gitu deeh… pokoknya baca aja yah.. hehehe.. Enjoy.. ^o^

———————

Matahari baru saja bangun dari tidurnya, mulai menerangi langit pagi di sudut kota jakarta bagian timur. Tidak seperti biasanya, Ai sudah terbangun dari tidurnya sejak jam 5 pagi dengan penuh semangat & keceriaan. Dan sekarang ia sedang sibuk mondar-mandir dalam kamarnya.

“Tumben kamu jam segini sudah bangun? biasanya masih tidur..”, tanya sang mama berdiri heran depan kamar Ai.

“Kan mau siap-siap ma! Kapan lagi papa ketiban rejeki dapat undangan ke New York?Berempat lagi! aku kan belum pernah ke amerika ma..”, jawab Ai sambil mengambil 3 potong kaos dari laci lemarinya.

“Mama juga belum pernah ke New York..”, timpal sang mama.

“Yee.. tapi kan mama udah pernah ke LA, Disneyland pula!”, seru Ai cemberut.

“Iya deh.. ya udah kamu siap-siap jangan kebanyakan.. jangan lupa gaunnya! jangan celana sama kaos aja! cari gaun juga yg feminim.. kita di sana cuma 2 hari, jadi kamu jangan…”

“aduuh.. iya ma! ngerti.. ngertiiii.. I know what I have to do.. bawel ah..”, kata Ai ga sabar.

“heuhh.. dasar kamu.. Oya, sudah kabari oneechan tentang jam berapa acaranya? sama hotel tempat kita menginap? sama..”, kata mama sambil menghitung dengan jarinya. (oneechan = kakak perempuan)

“Sudah kok ma.. kemarin aku sudah chatting sama Oneechan, jadi besok sama-sama langsung cek-in ke hotel kita juga. Aku juga sudah suruh untuk sesuain jam sini, Tokyo & New York, takutnya ngga singkron.” terang Ai panjang lebar. Maklum, kakak perempuan Ai yang tinggal di Tokyo akan ikut datang ke New York,sedangkan kakak laki-laki Ai tidak bisa ikut.

“Good..”, kata mama lalu ngeluyur pergi dari depan kamar Ai.

Setelah koper kecilnya terisi sesuai dengan instruksi sang mama, Ai menghela napas & duduk di tempat tidurnya. Jam menunjukkan pukul 08.42, Ai melakukan cek dari daftar tugas dalam pikirannya (“visa & tiket sudah di mama,cek! kasih tau oneechan soal jadwal acara & tempat nginep,cek! siapin koper sendiri, cek! mmm.. oiya, mp3 player hampir lupa! nah.. Hmm.. apalagi ya…”), pikirnya menerawang sambil menatap ke luar jendela di sebelah tempat tidurnya.

“Choushi-kun lagi apa yah..?”, katanya tiba-tiba. Lalu ia mengambil HP motorola L7 hitam miliknya, terlihat gantungan kelinci putih dari bahan porcelain yang lucu selalu tersenyum menghiasi ujung HPnya. Ai mulai mengetikkan sms.

# Ohayou.. ^o^ Choushi-kun.. Udh bangun blum lu? ato msh peluk2 selimut sambil diilerin? hiiy.. >_< Wkwkwk..XD # Ai menekan Send. (Ohayou = selamat pagi). Tak lama kemudian ada sms masuk, & itu adalah balasan dari sms tadi.

# Ohayou.. Ai-chan.. ^o^ Hehehe iya masih boboan.. :p lu brgktna jd sore ini ya? >_< # setelah membaca itu Ai langsung mengetikkan balasannya.

# iyah, pesawat take-off jam 17.15. Hikz.. Wish u could come too.. T__T # bibir Ai melengkung turun.

# iyaah.. Hikz… Tapi ya udh, gapapah.. Next time, maybe it will be just u & me.. (lho?) hehehe..XD # Ai tersenyum membaca balasan itu.

# Amiin.. ^_^ eh,lu jgn lupa sarapan yak? gw br mw sarapan neh,trs bantu papa gw siapin kopernya. Lu jgn manyun aja yaak..? Xp Semangaaat..!! I won’t be gone for long.. Aitakatta yo!! >__< # lalu Ai mengirim sms itu sambil menggenggam kelinci putih yang tergantung di HPnya (Ai namai kelinci itu Shiroi Usagi), seperti berharap kelinci itu dapat menyampaikan apa yang ia rasakan saat itu. (aitakatta yo=kangen).

# Atashi mo.. (Lho kok atashi?!) wekekek.. XD iya ntar gw sarapan, skrg gw mandi dulu deh.. # Ai pun tersenyum membaca sms itu,lalu bangkit menuju kamar sang papa. (Atashi = aku (untuk perempuan)).

—————–

Sepanjang hari itu Ai membantu papa & mamanya menyiapkan isi koper mereka. Walau pikiran Ai sibuk memikirkan macam-macam persiapan, membayangkan seperti apa New York itu, pikirannya selalu tertuju pada 1 hal, yaitu (“aku takkan lama di sana,cuma 2 hari,lalu aku kembali,& bisa bertemu dengan dia lagi”) Ai selalu mengangguk sendiri saat memikirkan itu. Akhirnya pada jam 15.48 Ai & kedua orang tuanya tiba di airport Soekarno-Hatta, diantarkan oleh Yoshi,kakak laki-laki tertua Ai dengan istri & anaknya.

“Mumpung masih jam segini, mending pada langsung urus cek-pesawat aja, jadi tenang & bisa nunggu di dalam”, kata Yoshi sambil menurunkan koper sang papa & mama dari belakang mobil Toyota hitam.

“Iya.. Mana sini ma, tiket-tiketnya? biar aku yang urus “, kata Ai sambil menurunkan kopernya sendiri.

“Hai’.. Nih..” jawab sang mama sambil menyerahkan tiket-tiketnya ke Ai. Setelah itu mereka saling mengucapkan salam perpisahan dengan Yoshi & keluarganya.

“Jaga papa mama ya, Ai-chan!”, seru Yoshi sambil menepuk kepala Ai.

“Un.. wakatta yo..”, jawab Ai mengangguk-angguk. (wakatta = dimengerti). Setelah itu Yoshi & keluarganya pulang, Ai & kedua orang tuanya mengantri di loket cek-in pesawat. Sambil mengantri, Ai mengeluarkan HPnya dari dalam tasnya & mulai mengetikkan sms.

# Uuy.. ima nani o shite iru no? Gw udh di airport,lg antri cek-in tiket sama bagasi.. Lu udah gak manyun lagi kan..? ;;) *ting-ting* # lalu Ai mengirimnya. (ima nani o shite iru no? = lagi ngapain nih sekarang?). Semenit kemudian ada sms balasan,yang isinya teramat singkat & membuat Ai menjadi sedih.

# Ngga.. # Ai langsung merosot di trolly koper yang sedang ia dorong. Ai mengerti benar kalau isi sms singkat itu berlawanan dengan yang sebenarnya,yaitu Choushi masih manyun di kantornya.

# Huhuhu..T__T berarti lu pasti masih manyun.. You can’t lie to me, I always know how you really feel, remember? Jgn sedih dunk say.. >__< I’ll be going for 2 days only,hbs itu lgsg pulang kok.. Males jg gw disana lama2,gakda lunya.. 😥 Ntar slama disana akan tetep bisa contact kok,klo HP gw ga bisa,gw akan cari cara.. Pinjem HP kk kek,rampok laptop org kek,bajak communication tower kek.. Wkwkwk.. XD # Choushi yg membaca itu tersenyum.

# OK.. I’ll be ok.. ^_^ udh gak manyun lg kok,hehehe.. Promise me you’ll take care.. # Ai pun tersenyum membaca sms itu,lalu mengetikkan balasannya sambil sebelah tangannya menggenggam erat Shiroi Usagi.

# Aa.. Choushi-kun wa atashi no koto ga shinpai-suru n da yo ne..?!? Ureshii na.. ^o^ Huehehe.. Tentu aja gw akan jaga diri,kan gw pgn cepet2 pulang dgn slamat,& seeing u again!! XD eh,gw urus cek-in tiket dulu yah.. ;D # Tiba giliran Ai untuk cek-in tiket & bagasi. (Choushi-kun wa atashi no koto ga shinpai-suru n da yo ne = Choushi mengkhawatirkan keadaanku ya). (Ureshii na = Senangnya). Setelah proses selesai & smua koper sudah ditimbang & ditandai, mereka bertiga lanjut ke bagian imigrasi & akhirnya duduk di ruang tunggu depan gate 9A. Masih sejam lagi waktu untuk mausk ke pesawat, Ai segera mengutak-atik HPnya agar bisa tetap digunakan di negara lain. Ternyata lumayan rumit, & lama prosesnya,hingga Ai khawatir prosesnya takkan selesai sebelum berangkat. Ditengah kemumetannya, sang papa yang duduk di samping Ai bertanya.

“Bagaimana kabar Choushi-kun? Gpp kan kamu tinggalin 2 hari?”, kata papa sedikit nyengir menggoda Ai.

“Eh..? oh.. (Ai bisa merasakan mukanya sendiri memerah) umm.. iya gapapa kok pa..”, jawab Ai malu.

“Kare wa Ai-chan ga shinpai suru de gozaimasu ka..?”, tanya sang papa, yang makin membuat Ai malu. (Kare wa Ai-chan ga shinpai suru de gozaimasu ka? = Dia (laki-laki) mengkhawatirkan Ai kah?).

“Ah papa.. hehe, chotto dake da, daijoubu desu..” Ai semakin malu & senyum-senyum sendiri teringat Choushi yang tadi sebenarnya sangat mengkhawatirkannya. (chotto dake da, daijoubu desu = hanya sedikit, tidak apa-apa). Sang mama ikut melihat tingkah Ai,yang akhirnya membuat Ai ‘kabur’ ke dinding kaca terluar di dekat Gate.

Cukup lama Ai berdiri memperhatikan pesawat-pesawat jumbo jet yang hilir-mudik di runway. (“New york itu kyk apa ya..”),pikirnya tiba-tiba. Llau pikirannya mengingat-ingat film apa saja yang lokasinya di New York,& ia membayangkan film godzilla, kota New York dengan gedung-gedung tinggi, view kota dari atas pada malam hari, godzilla raksasa berlari menabrak gedung-gedung..(“lho?!”) seketika itu Ai merasa geli sendiri, (“kenapa malah mengingat-ingat godzillanya? dasar bodoh..”) Ai pun tertawa kecil sendiri sambil geleng-geleng kepala. Lalu ia mengganti isi pikirannya dengan ingatannya saat di Tokyo. (“Hmm.. gedung-gedung tinggi seperti yang kulihat dari atas Tokyo tower.. Udara dingin.. Suasana kota modern yang penuh lampu di malam hari, & ramai pejalan kaki.. Mungkin kaya gitu ya..”), pikir Ai. Tiba-tiba tasnya bergetar, terdengar alunan piano intro lagu coldplay “clocks” dari HPnya. Ternyata Choushi menelepon.

“Heey.. Moshi-moshi..”, sapa Ai sambil tersenyum sendiri.

“Halo.. Ai-chan.. udah mau take-off?” tanya Choushi di seberang telpon.

“Belum.. masih setengah jam lagi lah kira-kira.. Skarang masih nunggu masuk pesawat.” jawab Ai.

“Oo.. Yaaaahh…” terdengar Choushi yang kecewa.

“kok ‘Yaaaahh’..? hihihi.”

“Iya.. gw kirain gak jadi gitu.. hahaha..”

“Hehehe.. I kinda wished that too.. hihi.. Lu sedih yaak mau gw tinggal? “, Tanya Ai dengan muka jahilnya.

“Hm..? umm… enggaa..”, jawab Choushi.

“Hahaha.. jangan bo’ong lu.. hayoo ngakuuu..”, Ai makin memojokkan Choushi.

“Ah engga kok.. Bener…”, Choushi berusaha meyakinkan.

“Hihihi.. Don’t lie to me.. I Know..!! Hihihi..”, Ai susah payah menahan geli.

“Umm.. Euhhh.. gimana yah… hadoh..”, Ai makin kegelian mendengar jawaban Choushi.

“Hahaha.. Ureshii naa.. ada yang sedih mau gw tinggal, hihihi..”, Ai sudah mulai terlihat kegelian diluar kewajaran. Akhirnya Choushi mengaku yang sebenarnya.

“Huhu.. Iyalah.. habisnya.. jauh banget….”, terdengar nada sedih Choushi, Aipun ikut menurunkan nada bicaranya.

“Hey hey.. Kanashikunai de kudasai.. gak lama kok.. I won’t be gone forever..”, hibur Ai. (Kanashikunai de kudasai= jangan bersedih). Namun tampaknya kurang berhasil karena kemudian Choushi hanya diam saja di seberang telpon.

“Hallo..?”, panggil Ai mencari suara Choushi.

“Mmm..? ya.. halo..”, jawab Choushi pelan.

“Lu gak denger yah?”

“Denger kok…”

“Kok diem aja..?”, Tanya Ai.

“Gapapah..”, jawab Choushi berbohong.

“Choushi-kun.. I’ll get back soon.. Yokusoku suru..”, kata Ai bersungguh-sungguh. (Yokusoku suru = Aku janji). Di seberang telpon terdengar tawa kecil Choushi.

“hihi.. Okaay..”, sahut Choushi mulai ceria kembali. (“I would hug you now if you were here..”) pikir Ai dalam hati yang kemudian ingin sekali rasanya untuk tidak ikut pergi.

“Hheuuhhhh…..”, Ai menghela napas panjang.

“Eh? Lu knapa?”, tanya Choushi.

“Egh.. Ehem! Gapapah..”, gantian Ai yang berbohong. Choushi hanya cekikikan mendengarnya.

“Eh iya! Rencana nyobain arena paintball baru, jadi kan?”, Tanya Ai penuh semangat.

“iyaa.. Jadi doong..”, jawab Choushi tak kalah semangat.

“Hehe.. Horee..Jadi lu jangan kesana duluan yak! Tungguin gw..”, kata Ai.

“Iya.. Gw akan tunggu. I’ll wait..I’ll wait.. As long as you want…”, jawab Choushi yang kemudian menirukan lagu good charlotte sambil tertawa kecil. Hal ini membuat Ai kaget, lalu menutup mulutnya karena tak percaya apa yang baru saja ia dengar. (“lagu itu..uwaa..kyaa..”) batin Ai langsung histeris sendiri. Susah payah Ai menahan luapan kegembiraan, hingga tetap terdengar tawanya yang cekikikan, ia hanya bisa berkata “Hontou ni..?” sambil gemetaran.

“Hontou..”, jawab Choushii. Ai semakin kebingungan menutupi kegembiraannya, ia merasa perutnya geli seperti banyak kupu-kupu di dalamnya, & yang terdengar hanya tawa mereka berdua yang sama-sama susah ditahan. Ai merasakan seluruh tubuhnya membumbung tinggi karena senang. Cukup lama mereka hanya saling cekikikan menahan rasa malu. Saking gemasnya, Ai sempat mengecup shiroi usagi yg tergantung di HPnya. Maklum, kelinci putih itu adalah pemberian Choushi di hari yang paling menyedihkan sekaligus sangat berkesan untuk mereka berdua.

“Terasa gak?”, tanya Ai tiba-tiba.

“Hm..? Apaan? “, tanya Choushi bingung.

“Waakakak.. ada deeh.. hihihi…”, kata Ai geli.

“eeh..? apaan yaah..?”, tanya Choushi makin ga ngerti.

“Gapapaah.. Laalala..”, jawab Ai tertawa puas.

Tiba-tiba terdengar suara menggema yang menyebutkan penerbangan Ai menuju New York akan segera berangkat & seluruh penumpang dimohon untuk segera memasuki pesawat. Benar saja, gate 9A sekarang sudah terbuka dengan kedua petugas yang siap memeriksa tiket calon penumpang. Melihat ini, Ai langsung menunduk, sedih.

“Sudah waktunya ya?”, tanya Choushi yang ternyata ikut mendengar pengumuman di loudspeaker tadi. Ai diam saja, berat sekali rasanya harus menjawab ‘ya’.

“Ai-chan..?”, panggil Choushi.

“….ya…?”, jawab Ai lemas.

“Bayangin aja, skarang gw juga ada di sana, ikut anterin lu.. & gw…… meluk lu…”, kata Choushi. Ai yang mendengar itu makin merasakan sesak di dadanya, ia menarik raut wajahnya kuat-kuat menahan sedih. (“Choushi-kun…..”), panggilnya dalam hati.

“…..iyah….”, suara Ai begitu gemetar, hingga Choushi tahu kalau Ai sedang menahan tangisnya. Lalu, entah darimana asalnya, Ai merasakan ada rasa hangat yang seperti menyelimuti pundak, leher & seluruh tubuhnya.

“It’s happening again… Somehow.. I can feel you..”, kata Ai sambil memejamkan matanya, ia merasa begitu nyaman.

“Hehehe.. ya kan? Horee.. Makanya, jangan sedih lagi yah? tinggal inget gw aja sambil liat shiroi usagi, ntar juga terasa.. Pasti anget-anget adem geli gimanaaa gitu..”, kata Choushi berusaha menghibur Ai, & ia berhasil, Ai langsung tertawa kecil.

“Hihi.. Lu bisa aja… Terasa nyaman kok, gak ada geli-gelinya.”, kata Ai.

“Ai-chan…… Aishiteru…”, kata Choushi tiba-tiba.

” ………..Atashi mo…… Aishiteru…”, jawab Ai sambil tersenyum & menitikkan air mata.

“ja…. mata ne, Choushi-kun….”, kata Ai lagi.

“Mata aimashou, Ai-chan…. Daah..”,  jawab Choushi.

“Daaaah….”, jawab Ai lalu menutup telponnya & mencium shiroi usagi sekali lagi sebelum mendatangi papa & mamanya untuk masuk pesawat bersama.

———————-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Personality

Click to view my Personality Profile page

How Geek am I..??

Created by OnePlusYou

my True friends’s test..

March 2010
M T W T F S S
« Oct   May »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
%d bloggers like this: